ANDI MARDAYA TK Negeri Nilla Gading

Rabu, 02 Mei 2018

PENULISAN LAPORAN SEMESTER PAUD


Tata Cara Penulisan Laporan Semester PAUD / Raport PAUD*




Laporan yang ditulis guru hendaklah dalam kalimat positif, jelas, mudah dipahami, serta menggunakan tata bahasa dan ejaan yang benar.
Tatacara penulisan laporan sebagai berikut:
1. Menggunakan bahasa yang mudah dipahami, dengan kalimat positif dan santun
2. Memberikan informasi tentang tingkat pencapaian dan perkembangan hasil belajar anak secara nyata (bersumber pada data otentik, tidak mengada-ada).
3. Isi laporan menggambarkan kemajuan perkembangan anak yang telah mencapai BSH dan BSB di setiap indikator pada kompetensi dasar program pengembangan
4. Memberikan rekomendasi yang dapat dilakukan orang tua untuk mengembangkan kemampuan anak yang indikator perkembangannya masih dalam BB dan MB.
5. Laporan bersifat personal (individual) yang menggambarkan perilaku khusus anak di kelas.
Cara Mengisi Laporan Perkembangan Anak (LPPA) PAUD

$ Pertumbuhan Anak
Cara mengisi dan menyimpulkan kolom pertumbuhan ini diuraikan catatan seluruh kemajuan pertumbuhan fisik anak meliputi berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, panca indera, kesehatan secara umum, dll.
$ Perkembangan Anak
Cara mengisi dan menyimpulkan kolom perkembangan anak ini diuraikan catatan mengenai seluruh kemajuan perkembangan anak berdasarkan kompetensi yang dicapai anak meliputi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Diawali dengan menguraikan kekuatan peserta didik dengan cara yang unik dan bermakna yang dapat menjadi bagian dari citra diri peserta didik serta menghindari pernyataan yang bersifat negatif.



PERNYATAAN POSITIF SEBAGAI CONTOH:
  anak unggul dalam…✅ menunjukkan inisiatif dalam hal …
 dapat bekerjasama
bangga dengan karyanya …
mau mendengarkan…
 dapat menyampaikan ide/gagasan …
  bekerja dengan rapi…
 menunjukkan pekerjaan dengan tuntas…
memahami dengan cepat …
 sangat disukai oleh teman teman


Pernyataan yang harus DIHINDARI  misalnya:*
=anak tidak pernah …
=anak tidak akan …
=anak tidak bisa …
=anak akan selalu …
Untuk menghindari kesan  negatif  dalam mengomentari kelemahan anak dapat menggunakan bahasa yang positif misalnya:
<anak lebih menyukai…
<anak ramah dan lebih disukaianak akan dapat manfaat dari berlatih...
<anak menunjukkan peningkatan dalam …
Beberapa contoh kalimat yang dapat mendorong, sebagai berikut:
Nanak telah mengembangkan sikap positif terhadap …
Nanak telah maju dalam …
Nanak telah menunjukkan keinginan untuk …
Nanak telah menunjukkan kemajuan dalam …
Nanak telah menunjukkan peningkatan yang nyata …
Nanak telah menunjukkan keterampilan sosial …
Nanak telah menunjukkan antusias untuk …
Nanak senang belajar untuk …
Nanak menjadi mandiri…
Nanak sedang mengembangkan keterampilan konsentrasi…
Nanak mulai mendapatkan kepercayaan diri …
Nanak menjadi pendengar yang baik...
Nanak sedang mengembangkan cara yang lebih positif untuk berinteraksi dengan orang lain …
Nanak bersifat kooperatif ketika bekerja dalam kelompok …

Selasa, 01 Mei 2018


7 HAL YANG BISA MEMBUAT ANAK CERIA

Anak yang tumbuh di lingkungan yang penuh cinta dari
orang terdekat akan membuat anak ceria. Berikut 7 hal
simpel yang bisa dilakukan untuk membuat anak ceria!

 1. Berhenti Berteriak

Kamu suka berteriak saat memanggil anak? Kalau iya, sebaiknya mulai sekarang, kamu mengurangi kebiasaan berteriak saat memanggil anak, Bu! Karena tenyata anak tidak suka dipanggil dengan suara keras. Memang sering kali anak acuh saat ibu panggil. Bahkan tidak jarang anak tidak mau mendengar ketika kamu melarang anak untuk nggak bermain memberantaki rumah hingga kotor. Namun, bagi anak teriakan itu tidak ada manfaatnya. Lebih baik kamu memanggil dengan suara tegas daripada berteriak. Kamu juga bisa menghampiri anak kalau masih acuh saat kamu panggil. Ini lebih efektif dibandingkan dengan kamu harus menghabiskan energi untuk meneriaki anak.


2. Biarkan Anak Menjadi Diri Sendiri

Anak yang mandiri dan percaya diri terbentuk karena pola asuh orangtua yang memberikan kesempatan bagi anak untuk mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. Termasuk memberikan anak kesempatan untuk menjadi dirinya sendiri. Hindari untuk menuntut anak menjadi seperi dirimu atau membanding-bandingkan dengan temannya. Jangan berusaha membuat kloning pada anak karena hanya akan membuat kamu frustasi, Bu, dan membuat anak stres. Kamu bisa melatih anak untuk mampu mengungkapkan pendapat dan memberikan motivasi bahwa setiap anak istimewa dengan talentanya.

3. Bebaskan Anak Beraktivitas Di Luar Rumah

Dunia anak adalah dunia bermain karena itu berikan waktu dan kesempatan bagi anak untuk bermain dan bersosialisasi. Ajaklah anak untuk lebih banyak beraktivitas di luar rumah karena menurut penelitian anak yang banyak bermain dan bergerak di luar rumah lebih pintar. Karena anak dilatih untuk bisa memecahkan masalah dan mengasah kreativitasnya saat berada di luar rumah. Selain itu anak lebih ceria bila bermain di luar rumah, banyak hal yang bisa merangsang rasa ingin tahunya dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

4. Mengucapkan Terimakasih

Saat kamu meminta bantuan pada anak jangan lupa untuk mengucapkan terimakasih, Bu! Dan tentunya jangan lupa berikan senyuman. Karena dengan kata terimakasih, anak merasa dibutuhkan dan dihargai. Ini akan membentuk karakter anak yang ceria dan memiliki rasa percaya diri yang kuat saat berinteraksi dengan orang lain.

5. Memberikan Pelukan

Anak senang dipeluk, karena dengan pelukan anak merasa dilindungi. Karena itu biasakan untuk memeluk anak sebelum beraktivitas atau sebelum tidur malam. Pelukan ternyata bisa mengurangi perilaku negatif anak dan meredam emosi anak. Jadi, sering-seringlah memeluk anak agar dia merasa nyaman karena ada orangtua yang selalu melindungi.


6. Hapuskan kata "Jangan"

Kebanyakan orangtua sering mengatakan kata "jangan" atau "tidak" kepada anak. Padahal kata-kata tersebut hanya akan membatasi diri anak untuk mengembangkan rasa ingin tahunya. Anak yang terlalu sering mendengar kata yang bermakna larangan akan membentuk anak dengan sifat pemalu, minder dan takut. Karena ternyata ketika anak diberi kesempatan untuk mencoba hal baru maka anak lebih bersemangat dan gembira lho. Jadi selama tidak membahayakan anak, ibu tidak perlu berteriak dengan kata 'jangan' ya.

7. Menjadi Teman Bermain

Tahukah ibu, ternyata ketika ibu menyempatkan waktu untuk menjadi teman bermain anak, maka pada saat itu juga perasaan anak sangat gembira. Bermain bersama anak bisa memperkuat bonding ibu dan anak. Jadi ingin membuat hari anak lebih ceria? Bermainlah bersama buah hatimu ya, Bu!